Timnas Indonesia Bertekad Raih Hasil Positif Atas Yordania

Bek timnas Indonesia, Rudolof Yanto Basna, percaya diri bisa meraih hasil positif saat melakoni laga uji coba melawan timnas Yordania di Stadion King Abdullah, Amman, Selasa (11/6) waktu setempat.

Timnas Indonesia melakukan persiapan hanya sekitar satu pekan menghadapi laga uji coba ini. Yanto Basna dkk mulai berlatih sejak 31 Mei dan sempat dipotong libur dua hari karena merayakan Hari Raya Idulfitri 1440 hijriyah

Kendati waktu persiapan singkat, Yanto Basna memiliki keyakinan timnya bisa membawa pulang hasil bagus. Timnas Indonesia sendiri kerap meraih hasil negatif saat bertemu kesebelasan asal Asia Barat.

Pada Asian Games 2018, Timnas Indonesia menelan kekalahan dari Palestina di fase grup dan tumbang di tangan Uni Emirat Arab pada fase 16 besar.

Timnas Indonesia akan melakoni laga uji coba kedua sejak ditangani Simon McMenemy. (Dok.PSSI)

Ketika baru saja lepas dari sanksi FIFA pada 2016, skuat Merah Putih juga tidak berdaya ketika menghadapi Suriah pada 2017.

“Harapan dengan waktu yang singkat dapat hasil yang maksimal. Ingin bawa oleh-oleh hasil positif ke Indonesia jelang lawan Vanuatu,” ujar Yanto Basna seperti rilis yang diterima awak media, Senin (10/6).

“Percaya diri dengan tim karena sedang kondisi bagus dan kekeluargaan (dari tim ini),” kata pemain Sukothai FC itu menambahkan.

Sedangkan winger Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak, menilai laga uji coba melawan Yordania penting untuk persiapan menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pertandingan nanti juga bakal jadi ujian bagi seluruh pemain karena akan bermain dalam pertandingan dengan kondisi cuaca yang berbeda dari Indonesia.

” (Ini bagian) proses adaptasi dengan negara lawan. Persiapan pertandingan bukan hanya soal latihan tapi juga mental. Ada perbedaan waktu dan cuaca. Semoga besok dapat hasil yang maksimal.

Bagi pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, pertandingan melawan Yordania merupakan yang kedua sejak resmi ditunjuk pada 20 Desember 2018. Pada laga perdana menangani Tim Garuda, pelatih asal Skotlandia itu mempersembahkan kemenangan 2-0 atas Myanmar.

Setelah laga melawan Yordania rampung, Timnas Indonesia akan kembali menjalani laga uji tanding melawan Vanuatu di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (15/6).

‘Trofi’ Pertama lionel messi bersama Timnas Argentina

Bintang sepak bola dunia Lionel Messi memberikan ‘trofi’ pertama untuk timnas Argentina dengan meraih Piala San Juan, Sabtu (8/6) waktu setempat, usai mengalahkan Nikaragua 5-1 di Stadion San Juan.

Messi mendapatkan banyak kritik dan sindiran usai Cristiano Ronaldo memberikan trofi kedua kepada timnas Portugal dengan menjadi juara UEFA Nations League, Senin (10/6) dini hari WIB, setelah Piala Eropa 2016.

Portugal jadi juara UEFA Nations League edisi pertama usai mengalahkan timnas Belanda 1-0 lewat gol tunggal Goncalo Guedes di menit ke-60.

Nama Messi dan Ronaldo kerap dikaitkan dalam persaingan di level klub atau individu. Karena, kedua pemain selalu bisa menunjukkan kualitasnya terutama dalam mencetak gol di atasrata-rata pemain lain.

Meski sukses di level klub, baik Messi dan Ronaldo selalu menjadi sorotan saat tampil di timnas. Kedua pemain tersebut dianggap minim prestasi untuk negaranya masing-masing.

Trofi UEFA Nations League yang diraih Cristiano Ronaldo membuat Messi mendapat banyak kritik.Trofi UEFA Nations League yang diraih Cristiano Ronaldo membuat Messi mendapat banyak kritik. (REUTERS/Carl Recine)
Beruntung bagi Cristiano Ronaldo, pemain berjuluk CR7 itu bisa memberikan Portugal trofi Piala Eropa 2016 yang menjadi gelar pertamanya untuk timnas dari dua kesempatan di final setelah Piala Eropa 2004.

Trofi kedua juga diberikan mantan pemain Manchester United itu saat A Selecao das Quinas juara UEFA Nations League tahun ini. UEFA Nations League jadi turnamen pengganti laga persahabatan bagi negara-negara di Benua Biru.

Sementara itu, Messi yang memiliki kesempatan berada di lima final turnamen utama belum juga mempersembahkan trofi untuk timnas Argentina. Empat kali mencapai final Copa America dan sekali di Piala Dunia 2014 hanya membuat Messi menjadi runner-up.

Usai segala kritik tersebut Messi akhirnya bisa memberikan trofi bagi La Albiceleste dengan meraih Piala San Juan usai mengalahkan Nikaragua 5-1 di Stadion San Juan, akhir pekan lalu.

Messi Raih ‘Trofi’ Pertama bersama Timnas Argentina
Dikutip dari Sportbible, Piala San Juan merupakan trofi dari laga persahabatan jelang Copa America yang selevel dengan trofi Thomas Cook atau Piala Emirates.

Dalam pertandingan tersebut Messi mencetak dua gol. Sedangkan tiga gol lainnya dilesakkan Lautaro Martinez yang juga cetak dua gol dan Roberto Pereyra.

Messi sendiri pernah membawa timnas Argentina juara di ajang besar, yaitu meraih medali emas Olimpiade dan juara Piala Dunia U-20. Namun hal itu tidak dianggap lantaran bukan terjadi di level senior.

Kesempatan pemilik lima trofi Ballon d’Or itu untuk memberikan gelar juara kepada timnas Argentina ada di turnamen Copa America 2019 yang digelar di Brasil, pertengahan Juni hingga Juli mendatang. Level tersebut sama dengan ajang Piala Eropa dan UEFA Nations League yang sudah diraih Ronaldo bersama Portugal.

Lifter Windy Cantika Pertajam Rekor di Kejuaraan Dunia Junior 2019

Lifter Indonesia, Windy Cantika Aisah. (Foto: dok.Istimewa)

satrianews.net Lifter putri Windy Cantika Aisah membuat kejutan di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2019. Dia menyabet medali perak dan memecahkan tiga rekor remaja dunia. 

 

 

Tampil di Suva, Fiji, pada Minggu (2/6/2019), Windy yang turun di kelas 49 kg berhasil membukukan angkatan total 179 kg, dengan rincian 81 kg angkatan snatch dan 98 angkatan clean and jerk di Kejuaraan Asia di Ningbo, April lalu. 

Namun, angkatannya ternyata melampaui rekor dunia remaja yang sebelumnya pernah dia torehkan 80 kg angkatan snatch dan 97 kg angkatan clean and jerk, yang jika dijumlah juga melewati angkatan total sebelumnya 177 kg. 

Hasil ini diapresiasi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSSI) Djoko Pramono. Apalagi, federasi juga tak mematok target khusus. 

“Saya terus terang bahagia. Atlet remaja saya bisa memecahkan rekor youth. Meski tadi sempat ramai tapi sukses dipecahkan oleh Cantika,” kata Djoko kepada detikSport, Minggu (2/7/2019).

“Bahkan di kejuaraan ini dia berhasil mengalahkan lawan-lawannya yang merupakan lifter junior. Artinya secara usia, Cantika yang muda tapi bisa menyingkirkan lawannya dan menempati peringkat dua dan meraih tiga perak,” ujarnya menjelaskan. 

“Ini di luar prediksi kami. Awalnya, kami hanya mengikutkan kejuaraan dunia ini sebagai uji tanding karena lawan-lawan yang ikut berat. Tapi berhasil kami bangga,” dia menambahkan.

Prestasi ini pun semakin meyakinkan federasi angkat besi bahwa Windy mampu bersaing. Bahkan di level Asia Tenggara, SEA Games 2019 Filipina. 

“Di SEA Games yang akan mereka hadapi atlet-atlet senior. lebih tinggi lagi dari yang kejuaraan dunia ini. Tapi kalau melihat kemampuan atlet-atlet kita ini saya optimistis bisa sumbang medali,” ungkap dia. 

“Tadi saya sempat menghubungi Windy, saya bilang bahwa kami bangga tapi mereka masih muda maka teruskan perjuangan kalian sebagi kader-kader Merah Putih,” dia memberi pesan.

12 pemain Terbaik Manchester United di era Ferguson

 Sir Alex Ferguson masih dipuja-puja fans Manchester United (MU) hingga saat ini. Padahal, manajer legendaris MU asal Pria asal Skotlandia itu telah pensiun sejak 2013. 

Ferguson merupakan manajer tersukses Setan Merah sepanjang sejarah. Menjadi nahkoda MU sejak 1986 hingga 2013, Ferguson memberikan 38 gelar kepada klub yang bermarkasi di Old Trafford tersebut.

Salah satu puncak kariernya ketika membawa MU memenangkan treble winner pada 1999. Ferguson mempersembahkan tiga gelar, yakni Premier League, Piala FA, dan Liga Champions.

Momen bersejarah itu belum lama ini dikenang dengan pertandingan persahabatan antara para legenda MU melawan para mantan bintang Bayern Munchen di Old Trafford. Ferguson didapuk sebagai pelatih pada laga tersebut. 

Tidak hanya sukses memberikan gelar bersama Setan Merah, Ferguson juga berhasil mencetak pemain bintang, seperti Wayne Rooney. Berikut ini 10 rekrutan terbaik Ferguson selama berkarier di Manchester United.

Siapa saja pemain terbaik Manchester United yang dimaksud?

1.  David De Gea

Kiper asal Spanyol, David De Gea didatangkan dari Atletico Madrid pada 2011. Saat itu, dia merupakan kiper termahal Premier League dengan banderol 18 juta poundsterling, atau senilai Rp 348 miliar.

Di awal kedatangannya, De Gea mendapat banyak cibiran pedas karena sering melakukan blunder. Tapi pada musim 2014-15, De Gea menjadi salah satu kiper terbaik di dunia.

De Gea tercatat telah melakukan 362 pertandingan bersama MU. Kiper berusia 28 tahun itu berhasil mencatatkan 128 clean sheet di bawah mistar gawang Setan Merah.

 3.  Steve Bruce

Tahun 1986, Ferguson menunjukkan kemampuannya dalam merekrut pemain hebat. Dia merekrut bek tengah Norwich City, Steve Bruce, dengan harga yang sangat mahal, yakni 825 ribu poundsterling atau setara Rp 16 miliar (kurs saat ini).

Bruce menjadi bek tengah yang paling subur pada musim 1990-1991. Dia bisa mencetak 19 gol dari 50 pertandingan di semua kompetisi. Bahkan, 13 gol yang dicetaknya terjadi di pentas Premier League.

 3.  Ruud van Nistelrooy

Pada 2001, Ferguson merekrut mesin pembunuh yang ditakuti lini pertahanan lawan. Sang manajer merekrut Ruud van Nistelrooy dari PSV Eindhoven dengan harga 19 juta poundsterling atau setara dengan Rp 386 miliar (kurs saat ini).

Selama lima musim di Old Trafford Stadium, Van Nistelrooy mencetak 150 gol dari 219 pertandingan di semua kompetisi. Kini jejak van Nistelrooy ingin diikuti oleh striker MU Radamel Falcao.

6.  Denis Irwin

Pada 1990, Denis Irwin dibeli Setan Merah dari Oldham dengan uang sebesar 625 ribu poundsterling atau setara dengan Rp 12 miliar (kurs saat ini). Irwin merupakan salah satu bek legendaris Manchester United.

Selama 12 musim memperkuat MU, Irwin menjadi pilihan utama Ferguson. Total, dia tampil dalam 529 pertandingan di semua kompetisi dengan mencetak 33 gol.

  7.  Ole Gunnar Solskjar

Ole Gunnar Solskjaer menjadi pemain berikutnya dalam 10 rekrutan terbaik Ferguson selama di MU. Dia bergabung di Old Trafford pada 1996 dari Molde. Solskjaer memutuskan mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola bersama MU pada 2008.

Selama berkiprah sebagai pemain MU, Solskjaer mendapat julukan ‘Bayi Berwajah Pembunuh’. Julukan itu didapatnya karena pernah mencetak empat gol dalam waktu 12 menit. Selain itu, wajah Solskjaer sangat imut seperti “bayi” meski sudah berumur.

Bahkan pada final Liga Champions 1999, Solksjaer yang masuk pada menit ke-90 berhasil mencetak gol dan membuat MU menang 2-1 atas Bayern Muenchen. Sekarang, Solskjaer telah menjadi manajer MU, menggantikan tugas Jose Mourinho.

8. Nemanja Vidic

Bek Serbia, Nemanja Vidic, didatangkan MU dari Spartak Moskow dengan harga tujuh juta poundsterling atau setara dengan Rp 135 miliar.

Bersama Rio Ferdinand, Vidic merupakan tembok yang kukuh di lini pertahanan Setan Merah. Memperkuat MU sejak 2005 hingga 2014, Vidic mempersembahkan 5 gelar Premier League dan 1 gelar Liga Champions.

9. Roy Keane

Gelandang asal Irlandia, Roy Keane memperkuat Setan Merah selama 12 musim. Dia merupakan salah satu kapten terhebat MU sepanjang masa.

Saat masih berkarier sebagai pesepak bola, Keane merupakan gelandang yang dikenal sangat agresif dan kompetitif. Dia juga sangat ditakuti rekan-rekannya di ruang ganti. Sayang, di akhir kariernya, dia malah bersitegang dengan Alex Ferguson.

10. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo merupakan rekrutan terbaik Ferguson selama menjadi manajer MU. Ronaldo didatangkan pada 2003 dari Sporting Lisbon dengan harga 12 juta poundstering atau setara dengan Rp 232 miliar.

Enam musim memperkuat MU, kekasih Irina Shayk itu mempersembahkan 3 gelar Premier League, 1 piala Liga Champions, 1 gelar Piala FA dan 1 trofi FIFA World Cup Club.

Pada 2009, dia meninggalkan Old Trafford. Ronaldo hijrah ke Real Madrid dengan bandrol 80 juta poundsterling atau enam kali lipat harga saat didatangkan dari Sporting Lisbon.

11. Peter Schmeichel

Didatangkan dari klub asal Denmark, Brondby, Peter Schmeichel menjelma sebagai kiper legendaris Setan Merah. Hingga saat ini, belum ada yang bisa menyamai kiprah Schmeichel bersama Setan Merah, termasuk David De Gea.

Kiper MU asal Denmark ini membela “Setan Merah” sejak 1991 sampai 1999. Schmeichel tinggalkan Old Trafford setelah sukses meraih treble. Dia sempat mampir ke Sporting, Aston Villa, dan Manchester City.

12. Eric Cantona

Eric Cantona sudah pensiun sebagai pesepak bola pada 1997. Dia mengakhiri karier sepak bolanya bersama Manchester United.

Meski sudah pensiun, jika Anda pergi menonton pertandingan MU di Old Trafford Stadium, maka Anda akan mendengan nyanyian-nyayian yang ditujukan untuk kapten legendaris Setan Merah tersebut.

Cantona sangat dihormati oleh pemain bahkan fans MU. Dia sangat dihormati karena jiwa kepemimpinan dan karakternya yang keras.